Rabu, 14 November 2012

Manajement Transportation


Manajemen Transportasi


PENGERTIAN TRANSPORTASI
Transportasi berasal dari bahasa latin yaitu transportare, dimana trans berarti seberang atau sebelah lain dan portare berarti mengangkut atau membawa.
Jadi transportasi berarti mengangkut atau membawa (sesuatu) ke sebelah lain atau dari suatu tempat ke tempat lainnya.
Transportasi seperti itu merupakan suatu jasa yang diberikan guna menolong barang atau orang untuk dibawa dari suatu tempat ke tempat lainnya.
Dengan demikian definisi Transportasi, ialah :
Sebagai usaha mengangkut atau membawa barang dan atau penumpang dari suatu tempat ke tempat lainnya.
Transportasi diartikan sebagai usaha memindahkan, menggerakkan, mengangkut atau mengalihkan suatu objek dari suatu tempat ke tempat lain, dimana ditempat lain tersebut objek ini lebih bermanfaat atau dapat berguna untuk tujuan-tujuan tertentu. (Miro 2005)
Transportasi adalah kegiatan pemindahan barang (muatan) dan penumpang dari suatu tempat ke tempat lain. (Salim 2006)
Transportasi merupakan suatu proses yaitu proses pindah, proses gerak, proses mengangkut dan mengalihkan dimana proses ini tidak bisa dilepaskan dari keperluan akan alat pendukung untuk menjamin lancarnya proses dimaksud sesuai dengan waktu yang diinginkan.
Transportasi merupakan pemindahan barang dan manusia dari tempat asal (dari mana kegiatan pengangkutan dimulai) ke tempat tujuan (kemana kegiatan pengangkutan diakhiri). Transportasi bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk mencapai tujuan yang berusaha mengatasi kesenjangan jarak dan waktu. (Blog@Kusumo DS)
Dalam artian yang luas transportasi tidak semata-mata mengangkut / membawa dengan cara kondisi yang statis, akan tetapi transportasi selalu diusahakan perbaikan dan kemajuannya sesuai dengan perkembangan peradaban dan teknologi.
Transportasi selalu diusahakan perbaikan dan peningkatannya untuk memcapai efisiensi yang lebih baik, artinya orang akan selalu berusaha mencapai efisiensi transportasi ini sehingga pengangkutan barang dan orang itu dengan waktu yang secepat mungkin denga biaya yang sekecil mungkin.

MANAJEMEN TRANSPORTASI
Kebijakan pemerintah kota dalam pengelolaan transportasi yang salah akan berakibatkan fatal dibelakang hari. Sebagai contoh: Kebijakan pemberian ijin usaha angkutan darat dengan jarak pendek menggunakan “AngKot” (Angkutan kota dengan mobil kecil) Kerugian apa dikemudian hari?
    • Penggunaan BBM sangat besar dan boros.
    • Terjadi kemacetan disetiap jaringan jalan terutama pada  pusat-pusat keramaian.
    • Sulit pengaturannya.
    • Beban kota semakin tinggi seperti penggunaan lahan untuk terminal dan parkir kendaraan.
    • Tingkat polusi udara yang tinggi
    • Timbul masalah keamanan dan keselamatan
    • Keindahan dan kebersihan kota akan terganggu, dll.

Negara dan kota yang telah maju tidak terdapat Angkot, mereka menggunakan angkutan masal yang bersih dan nyaman, seperti: angkutan kereta listrik, monorel atau MRT.
Upaya penurunan emisi gas kendaraan ini telah dimulai dengan adanya program Busway di Jakarta dan akan diikuti dengan sistem transportasi yang lebih konprehensif dalam tingkat makro.
Manajemen Transportasi Menghadapi 3 (Tiga) Tugas Utama, yaitu :
    1. Menyusun rencana dan program untuk mencapai tujuan dan misi organisasi secara keseluruhan.
    2. Meningkatkan produktivitas dan kinerja perusahaan.
    3. Mengoperasikan angkutan.

MODA TRANSPORTASI
Moda transportasi terbagi atas 3 (tiga) jenis moda, yaitu :
    1. Transportasi Darat.
Moda transportasi Darat dipilih berdasarkan faktor-faktor :
      • Jenis dan Spesifikasi Kendaraan.
      • Jarak Perjalanan.
      • Tujuan Perjalanan.
      • Ketersedian Moda.
      • Ukuran Kota dan Kerapatan Pemukiman.
      • Faktor Sosial-Ekonomi.
2.       Transportasi Air (Sungai, Danau dan Laut)
3.       Transportasi Udara.

UNSUR TRANSPORTASI
Unsur Transportasi :
    1. Pemindahan / Pergerakan.
    2. Mengubah tempat ke tempat lain.
Unsur yang membentuk Transportasi :
      1. Sesuatu yang diangkut (orang dan barang)
      2. Kendaraan (sarana)
      3. Jalan (prasarana)
      4. Terminal (sebagai asal dan tujuan), dan
      5. Organisasi yaitu pengelolaan angkutan, aturan / tata laksana.

Kelima unsur ini mempunyai ciri-ciri tersendiri yang harus dipertimbangkan dalam menelaah masalah transportasi.
Dalam hubungan ini perbaikan atau peningkatan transportasi terjadi bila terjadi perlakuan dan perbaikan pada salah satu atau lebih unsur-unsur tersebut.




PERANAN TRANSPORTASI
q  Pembangunan perekonomian perlu didukung dengan perbaikan dalam bidang transportasi. Perbaikan transportasi akan secara umum dapat menghasilkan penurunan tarif.
q  Pengaruh dari penurunan tarif akibat perbaikan transportasi (cheap transportation) akan memberi pengaruh kepada :
a.       Tersedianya barang-barang (Avaliable of Goods)
b.       Stabilisasi dan penyamarataan harga (Prize stabilization and equalization)
c.       Menaikkan nilai tanah (Land Value)
d.       Meredusir harga (Price Reduction)
e.       Memperbesar persaingan (Competition) dan pada akhirnya akan menguntungkan pembeli atau konsumen, dan
f.        Akan membeli pengaruh dengan menimbulkan Urbanisasi dan Deurbanisasi

Pada dasarnya transportasi dimaksudkan untuk menciptakan/menaikkan utilitas (kegunaan) dari yang diangkut tersebut.

Utilitas tersebut ada 2 (dua) macam, yaitu :
    1. Memungkinkan pemindahan barang-barang dari satu lokasi dimana barang tersebut tidak dibutuhkan, ketempat atau lokasi lain yang membutuhkannya, artinya memberi “place utility” (kegunaan tempat) pada barang.
    2. Memungkinkan pengadaan barang disuatu tempat atau lokasi tepat pada waktunya. Artinya memberi “time utulity” (kegunaan waktu) pada barang.

PERAN TRANSPORTASI
  1. KETERSEDIAN BARANG.
Adanya transport membuat barang dapat dikirim pada pembeli (pasar). Biaya transport yang murah membuat barang-barang dapat dikirim kepada pembeli lain yang lebih jauh tempat tinggalnya.
  1. STABILITAS HARGA.
Transport/pergerakan barang membuat harga-harga barang menjadi stabil, peningkatan harga suatu barang dari satu tempat akan memuat barang serupa datang dari tempat lain.
  1. NILAI TANAH.
Transport membuat barang-barang hasil produksi dapat dikirim ke pembeli, tanah menjadi produktif sehingga mempunyai harga bernilai, banyak tanah menjadi tidak produktif karena transport tidak tersedia.
  1. TRANSPORT DAN HARGA BARANG.
Transport berpengaruh pada biaya produksi dan harga barang menjadi murah, penurunan biaya transport membuat harga barang turun sehingga bisa dikirim ketempat yang lebih jauh lagi.
  1. KOMPETISI.
Transport membuat barang-barang dapat dikirim/dijual, transport yang murah membuat barang dapat dikirim/dijual ketempat yang lebih jauh lagi.
  1. URBANISASI.
Perkembangan kota sangat tergantung pada transport, keterbatasan transportasi menghambat perkembangan kota.
  1. TRANSPORT DAN KEGIATAN SOSIAL.
Adanya transport membuat kita dapat mengunjungi keluarga, tempat rekreasi.

PERGERAKAN DAN TRANSPORTASI

Alasan yang menyebabkan manusia dan barang bergerak dari satu tempat ke tempat lain (menurut Khisty dan Kent dalam buku Dasar-dasar Rekayasa Transportasi, 2005) :
  1. Komplementaris, daya tarik relatif antara dua atau lebih tempat tujuan.
  2. Keinginan untuk mengatasi kendala jarak (transferabilitas), diukur dari waktu dan uang yang dibutuhkan serta teknologi terbaik apa yang tersedia untuk mencapainya.
  3. Persaingan antar beberapa lokasi untuk memenuhi permintaan dan penawaran.

Kepentingan untuk melakukan perjalanan dibuat dengan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti : waktu, jarak, efisiensi, biaya, keamanan dan kenyamanan.

Manajemen transportasi diperlukan karena beberapa hal antara lain :
  1. Transportasi merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh setiap manusia sebagaimana makan, pakaian dan tempat tinggal. (transportasi = Derived Demand)
  2. Kebutuhan manusia dan barang terhadap transportasi berbeda-beda sesuai kepentingan. (Demand)
  3. Ketersediaan alat angkut sangat variatif, dari yang berkapasitas kecil-besar, lambat-cepat, murah-mahal, dsb. (Supply)
  4. Transportasi sebagai mata rantai ekonomi.
  5. Teknologi, dll.

KESIMPULAN
  1. Transportasi memiliki peranan penting dalam dinamika masyarakat bahkan dinamika Negara, baik dalam kehidupan sehari-hari, kehidupan budaya, kehidupan politik maupun kehidupan sosial ekonomi.
  2. Dengan mengelola moda transportasi yang efektif dan efisien akan memberikan dampak makro dan mikro terhadap pembangunan ekonomi.
  3. Fungsi transportasi memiliki fungsi yang dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu angkutan pribadi dan angkutan umum.